Life, Thoughts

New Year, (supposed to be) New You!

cute-happy-new-year-cat-animated-gif

happy-new-year-animated-gif-3.gif

HAPPY NEW YEAR 2017!!! 

Tahun baru Masehi 2017 kurang lebih sama aja sama tahun kemarin; nongkrong depan TV gonta-ganti channel sambil mendengarkan lantunan kembang api di luar hiburan gratisan brought to you by tetangga. Ada yang tahun barunya lebih seru daripada nenek di sebelah sini? Kalau ada share dong di kolom komen, jangan lupa identitas biar enggak diapus :p *kepo*

Hmm, tahun baru tuh biasanya pada bikin resolusi gitu enggak sih? Badan jadi lebih atletis, lebih sukses, lebih berkualitas, dsb dsb yang intinya jadi lebih baik dari yang sekarang. Gue apa ya? Pengen bikin resolusi tapi kok kayaknya udah sempurna, ideal gitu deh jadi enggak perlu. Haha ga deng canda, mana ada manusia sempurna karena kesempurnaan hanyalah milikNya duileh. #MamahDedehModeON

Seriusan, gue apa ya?

Intinya sih yang pasti apapun itu resolusinya semoga enggak berakhir seperti tahun 2016 deh, 2016 itu menurut ane lumayan chaos. Banyak penyesalan, kekecewaan, pokoknya lelah fisik lelah hati. Tapi di satu sisi juga belajar banyak dari 2016; ketemu banyak orang baru, sudut pandang baru, suami baru–eits ini enggak ya, satu aja belum nemu. (ceritanya sekalian bikin sayembara) ((SAYEMBARA DARI HONGKONG ADA JUGA CUCI GUDANG FATH))

Ya gitu deh, mari sama-sama berdoa agar tahun yang baru bisa lebih baik dari tahun kemarin. Dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca postingan singkat ini.

giphy

Advertisements
Life

April 2016 Life Updates

Hi there! 
It’s been so long since I’ve posted things on my WordPress blog that I don’t rightly know what to post. Berhubung jarang nulis di WordPress, akhirnya gue putuskan untuk update tentang kegiatan akhir-akhir ini dan beberapa hal random. Here we go:

  1. Semester 4. Oke, udah pada tau kan gue hijrah dari Jepang, kuliah lagi (Strata-1) di Jakarta dengan jurusan Ilmu Komunikasi? Yang belum tau, basi. Gue udah semester 4 sekarang dan sejauh ini masih suka  (lovenot-that-hate relationship sih sebenernya) dengan pilihan yang gue ambil.
  2. LDR. Huft cerita lama yang kata orang gue terlalu tertutup dengan informasinya. Singkat aja ya jawabnya, masih sama yang dulu gue temukan secara acak (?).
  3. Kursus Melukis. Sekarang udah hampir 6 bulan gue ikut kursus/sanggar melukis cat minyak di “dekat” rumah. Kalo ditanya alasannya gue ikut kursus ini, selain karena ternyata emang enggak bisa lepas dari yang namanya menggambar, gue menemukan bahwa melukis itu ternyata banyak manfaatnya. Dari teman baru, dunia baru, juga mengasah skill supaya tidak karatan.
  4. Social Games Addict. Kenal social games kan? Pet Society, SimCity, game-game yang suka ada di layanan sosmed. Gue mulai suka dari SMA; berawal dari Pet Society. Sekarang? Makin parah. DomiNation, LINE PLAY, LINE BROWN FARM, Ameba Pigg (yang ini cuma sesekali gue intip) adalah beberapa game yang sekarang lagi ketagihan.
  5. Soon-to-be a cat owner! Jadi ceritanya sebentar lagi gue akan punya kucing dan foto-foto sosmed juga akan dibanjiri oleh kecintaan gue terhadap kemolekan binatang gembil yang satu ini. Kucingnya cowok dan masih belum ada namanya. Any ideas?
  6. Gue kurang jalan-jalan. Hobi gue salah satunya adalah jalan-jalan atau bahasa kerennya, travelling. Tapi entah kenapa sejak balik lagi tinggal di rumah orang tua, rasanya malas. Kepengennya jaga endog di kamar menikmati limpahan kasih sayang Wi-Fi dan berselancar di dunia maya. Pengen jalan-jalan, tapi enggak ada ide mau kemana + budget terbatas.
  7. Pertama kali kena DBD. Seumur hidup, umur 23 adalah umur dimana gue pertama kali kena demam berdarah. Waktu kecil gue ngebayangin kalo dirawat kena DBD itu rasanya enak, bisa bolos sekolah dan kerjanya tidur doang. Tapi ternyata kenyataan lebih kejam daripada ekspektasi seorang anak manusia. Dirawat itu enggak enak, lemes doang, enggak bisa ngapa-ngapain, dsb dsb. Pokoknya gue enggak mau lagi kena yang namanya DBD, amit-amit.
  8. Galau masa depan. Oke, sebagai manusia dengan umur awal 20-an, krisis identitas dan eksistensi katanya wajar terjadi.

Begitulah hidup gue akhir-akhir ini.
Semoga hidup anda/kamu/lo yang sedang membaca postingan singkat ini baik-baik saja.

Uncategorized, Writing

“Jam Empat Pagi”

jam

Jarum pendek pada jam menunjuk ke angka 4, gelap gulita dan aku masih tidak juga tertidur saking penuh pekatnya pikiran.

“Harusnya tadi tidak usah baca buku misteri itu,” dengusku dalam hati.

Sejujurnya, ada satu alasan selain buku misteri yang membuatku tetap terbangun. Misteri yang bukanlah sebuah kisah fiksi.

Fakta yang sialnya melibatkan hidup seorang aku.

Mencoba tidak mengingat misteri itu, dengan segala upaya kuringsutkan tubuh menuju kasur. Tak ada setengah menit berbaring, aku bangun dan mengacak rambut frustasi.

“Harusnya tadi tidak usah lihat profilnya!” hardikku dalam hati.

Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Sudah dua minggu lamanya.

Disini aku sedang menebak.