Life, Thoughts

September 2016 Life Updates

Terdorong untuk menulis akibat kurang kerjaan dan habis update template blog, inilah dia, September 2016 Life Updates.

Kabar terkini yang paling blog-able adalah si bungsu alias adik laki-laki ane akhirnya lulus kuliah dan menyandang gelar S.Psi. Songong ye ngebalap kakaknya punya gelar sarjana duluan. Yah tapi begitulah hidup, susah ditebak.

Kalau kata temen ane sih hidup itu kadang lempar hadiah, kadang lempar bom. (keren sih tapi kenapa bom ya? Emang meledak banget hidupnya?)

miman
Walau demikian, ane tetap bangga :’)

Selanjutnya adalah soal kuliah. Memasuki semester 5 dan berkaca dari kelulusan adik, enggak terlalu banyak bisa ngomong sih selain rasanya kok semakin bingung dengan arah hidup ya? Mau dibawa kemana dan intinya ya itu, bingung.

jangan-sesali-kalau-salah-jurusan-karena-mungkin-kamu-akan1-660x280
Istilah inteleknya, krisis eksistensi. 

Hmm kata orang sih jalanin aja dulu tapi kayaknya kompasnya bermasalah.

Jarak antara postingan terakhir dan postingan ini ada sekitar 5 bulan, tapi karena ane sudah kehabisan bahan tulisan, jadi ya segitu aja postingannya. Kalau mau lebih up-to-date (siapa juga yang mau?), ane lebih sering bicik di sosmed lain (bisa dilihat di widget sidebar blog ini).

Over and out. 

Advertisements
Thoughts

Burung Bengal

Aku Burung Rajawali.

Burung Rajawali yang sayapnya rontok menjadi seribu serpihan.

Burung Rajawali yang rabun dekat karena matanya kelilipan tetes hujan, debu dan angin.

Burung Rajawali yang terbang sendirian, ditakuti oleh lawan, dicaci oleh kawan.

Burung Rajawali yang kakinya parut marut, peyot tak bertulang.

Burung Rajawali yang kelelahan, tapi bandel bersikukuh tidak butuh istirahat.

Burung Rajawali yang tenggelam di samudera aksara.

Burung Rajawali yang mempertanyakan identitas, eksistensi dan posisi dirinya dengan dunia dan alam semesta.

Garis Bujur berapa?

Garis Lintang berapa?

Burung Rajawali bertanya.

Hening, tak ada jawaban.

Terbang kembali ke sarangnya dan tidur; menunggu.

Thoughts, Uncategorized, Writing

Topeng Monyet

Pasang gaya
Padahal monyet
Pasang aksi
Padahal monyet
Pasang topeng
Padahal monyet

Topeng monyet
Kuamati topeng monyet
Tak butuh sedetik aku paham
Kalau monyetnya lelah
Kalau monyetnya tidak bahagia
Kalau monyet tidak diciptakan untuk bertingkah begitu

Ah tapi itu kan menurutku saja

Kalau menurutmu monyetnya bahagia
Silahkan berdendang bersama tarian si monyet
Aku tidak bilang kalau itu dilarang

Aku cuma beropini kalau monyetnya tidak bahagia saja

Tapi tau apalah aku soal monyet dan isi hatinya