Life

January 2019 Life Updates

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Pengen naik gunung terus teriak yang lama saking AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAnya akhir-akhir ini. Cerita darimana dulu ya?

F*CKING DRAMA PANSOS

Sejak keinfamousan gue September 2018 silam, ternyata ada aja yang mantengin linimasa gue buat ngegali bahan roastingan biar dapet RT banyak (nice job on trying to be relevant, dude). Salah satunya adalah ketika gue bingung dengan jasa curhat berbayar yang lagi naik dan gue komenin karena…….ya karena itu akun Twitter gue. Tong, pernah denger ga sih yang namanya FREEDOM OF SPEECH?

screen shot 2019-01-17 at 13.06.50
Don’t worry, I’ll help you

Dan gue mengaitkan dengan harga jasa gambar gue sebagai pembanding ya hello, BUKAN LAGI PANSOS.

WHERE’S YOUR CREDENTIALS MA’AM

Yang kemudian disamber lah sama satu akun bernama son****gi berfollower massal. Dia komen kenapa gue kudu nyangkut pautin side-business gue sama perihal jasa curhat berbayar. Lalu karena bio Twitternya “illustrator gadungan” ya gue sentil aja, ngapain gue dengerin orang bio jelas-jelas “gadungan” gitu? Sori bro saya anaknya anti taklid alias tidak mau mengikuti omongan orang yang tidak kompeten di bidangnya. Btw yang nulis “gadungan” juga dia sendiri. Ini orang kuliah DKV dimana? Pernah kursus seni rupa apa? Sejuta orang di luar sana investasi waktu dan uang di pendidikan seni eh dia malah ngamuk, berdalih punya credentials, experience, dsb sertifikasi nihil tapi ngomongnya seolah-olah kompeten dan berpengalaman. Abis itu nyodorin karyanya yang ternyata gambar karikatur gue yang dipesen dan dibayar sama………..suaminya sendiri.

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Misi bu, kalo mau unjuk gigi punya skill itu ya kasih portofolio dan kliennya siapa aja yang pernah order. Pertamino kek Petronax kek Sido Mumbul kek lah ini suami sendiri? Yaelah plis deh.

screen shot 2019-01-17 at 13.19.08
Anti Taklid Taklid Club

Akhirnya karena dia ngatain gambar gue “murah(an)” yang dimana ofensif dan kurang ajar, selain itu dia ga punya kredibilitas buat didengerin, akhirnya gue block aja.

screen shot 2019-01-17 at 13.22.03
Ditutup dengan ini

UDAHAN DONG KULIAHNYA

Tanggal 15 Januari 2019 adalah hari resmi perkuliahan gue kelar. Ga nyangka gue berhasil melewati sederet mata kuliah yang gue hindari demi kelulusan. Berkali-kali rasanya pengen udahan tapi masih ga ngerasa salah jurusan dan tanggung dikit lagi. Malah gue semakin ngerasa this is it sama jurusan gue haha. Sebuah kelucuan karena di pertengahan gue semacam kuliah segan DO tak mau. Ya doakan saja agar saya bisa segera menjadi:

Fathya Rachmani, 専門士, S.I.Kom.

Rencana setelah itu adalah: tidak tahu. Whatever will be, will be. The future’s not ours to see. Yang pasti nyari kerjaan lah ya. Lalu menabung, banyak duit, berfoya-foya, investasi, semakin kaya raya, dkk dkk. Menikah? AHAHAHAHA. Tuhan masih belum ngasih lampu hijau kayaknya.

hello-ilike-money-i-am-mr-krabs-mr-krabs-is-3454299

krabs

Trivia: Per hari ini, rumah gue lagi direnovasi dan estimasi terlama adalah 2 bulan. Jadi gue nulis ini dari kosan, selain ngungsi gue juga males kalo pulang ke rumah lagi acak adut banyak tukang. Padahal gue kangen kucing.

PS. Mr. Krabs belongs to its respective copyright holders. 

Advertisements
Random, Thoughts, Uncategorized

Voucher Studies

Halo rekan setia olahraga.
Yang enggak olahraga juga halo.
Tapi jangan lupa olahraga, soalnya olahraga itu bikin tubuh sehat dan kuat.
Kembali lagi ke blog fakir pembaca, Subwaystation bersama saya; Stationmaster Fathya.

Eits, tunggu dulu. Jangan kira dengan yang tadi itu gue lagi merajuk secara terselubung kepengen blognya banyak yang baca. Hobi sotoy tak usahlah dipelihara. Siapa juga yang ngerajuk.

….tapi ngambek iya :’) #uhuk #KoinUntukFathya

pityparty

Kali ini mau ngobrolin apa ya? Hmm. Mikir dulu biar keliatan pinter.

Oya, akhir-akhir ini gue lagi hobi ngobrak-ngabrik kamar. (buat apa dipikir?)

Memancing respon terus kenapa rupanya sih, tapi bodo amat di luar dugaan beresin kamar itu ternyata highlight dan dramanya banyak.

Dari buku yang terpaksa/dipaksa/memaksa untuk dibuang…

crying

Sampai ditemukannya voucher belanja senilai bilangan bulat positif yang bukan nol.gi

Nah dari voucher belanja ini, muncul sebuah pemikiran yang didasari oleh pengalaman konflik batin.

Kenapa ketika seorang Fathya diberikan alat tukar senilai x dalam bentuk UANG, dia memiliki kencenderungan untuk menukarnya dalam bentuk MAKANAN?

Tapi ketika seorang Fathya diberikan alat tukar senilai x dalam bentuk BUKAN UANG, dia memiliki kencenderungan untuk menukarnya dalam bentuk YANG BUKAN MAKANAN?

Apakah yang menyebabkan perilaku ini? Apakah perilaku tersebut hanya berlaku kepada seorang Fathya yang pada dasarnya memang mencintai makanan? Apakah ketika manusia selain Fathya diberikan perlakuan yang sama, akan berperilaku yang sama? Mari kita tanya Galileo.

Eh tapi Galileo udah almarhum jadi kita tanya…tanya…tanya siapa? 

Atau tanya apa?

Udah ah daripada ngajak bingung masal. Gue aja bingung sendiri, over and out.