Uncategorized, Writing

“Jam Empat Pagi”

jam

Jarum pendek pada jam menunjuk ke angka 4, gelap gulita dan aku masih tidak juga tertidur saking penuh pekatnya pikiran.

“Harusnya tadi tidak usah baca buku misteri itu,” dengusku dalam hati.

Sejujurnya, ada satu alasan selain buku misteri yang membuatku tetap terbangun. Misteri yang bukanlah sebuah kisah fiksi.

Fakta yang sialnya melibatkan hidup seorang aku.

Mencoba tidak mengingat misteri itu, dengan segala upaya kuringsutkan tubuh menuju kasur. Tak ada setengah menit berbaring, aku bangun dan mengacak rambut frustasi.

“Harusnya tadi tidak usah lihat profilnya!” hardikku dalam hati.

Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Sudah dua minggu lamanya.

Disini aku sedang menebak.

Advertisements
Life, Thoughts, Uncategorized

Celebrating 3 Years in Japan

Everyone loves a cheesy anniversary post right? Though I forgot the exact date, but this April marks three years of me setting my giant foot in the Land of the Rising Sun; Japan!

Dat-Nostalgia

So many things happened in three years. I still remember back in Indonesia, December 2010. I was at friend’s house, chilling like a boss, suddenly got a message from Dad telling me that the Japanese embassy tried to call my phone but no answer.

My first reaction was;

“Oh shi- did I do something wrong?”

But then he explained I got the 3 years scholarship to Japan.

And then I was like;

“Oh shi- is this even real? Three years leaving Indonesia?”

It was real. I left me homeland at the tender age of 18 years old and have been traveling ever since. #YOLO

3years2

Three years wandering in Japan, I’ve found so many things. Here, let me make a poem out of it.

From friends to love.
From foods to historical places.
From adventure to experience.
From spoiled brat to puberty.

“mm mm yeah I have no regrets.”

Life, Random, Uncategorized

Gegap Gempita Rayakan Kelulusan

Akhirnya gue pun lulus dari kampus.

LULUS MY FRIEND.

always-knew-barely-graduate-graduation-ecard-someecards

Sekarang, ku jadi punya gelar loh dan gelarnya pun pake tulisan Jepang gela kurang gahol apalagi sih gue. Btw tapi jangan tanya gelarnya apa soalnya Riya adalah salah satu penyakit batin yang paling berbahaya. #SokNgustad #Hidayah101

وَالرِّيَاءُ إِيْقَاعُ الْقُرْبَةِ لِقَصْدِ النَّاسِ

Anyway, kelulusan pastinya sudah amatlah sangat gue nantikan. Dari jaman batu kalo perlu. Tapi pas giliran lulus, rasanya kayak loyo enggak ada kerjaan. Belum lagi udara disini masih dingin, bawaannya mager sama pengen makan. Brother Bear sih ini fix.

Beginilah hidup gue.
UNLESS IM ON FIRE DO NOT DISTURB

Tapi gue juga lagi mengasah hobi baru nih manteman. Berhubung kamar berantakan dan hasrat buat ngeberesinnya nol persen pangkat minus sejuta, jadinya kabur aja ke sungai deket apartemen terus sok-sokan nyanyi gitu geli abis.

Kenapa sih Fath mesti nyanyi?

Karena kalo gue buang air nanti ditangkep KAGALA ya karena kepengen aja kan gue anaknya #YOLO. Sebenernya sih pengennya karaoke, cuma berhubung lagi hemat dan kalo di karaoke box gitu kan sempit, bau, terus mau nyanyi aja disuruh pesen ini-itu yang sebenernya enggak butuh. Capede qaqa.

Lagian kalo nyanyi deket sungai di Tokyo gitu kan berasa macem drama Asia gitu…

Jadi…

Fathya Sonata

Lupakan.

Tapi yang lucu pernah sekali kepergok sama om-om yang kayaknya lagi senam pemanasan deket sungai gitu. Terusik, doi ngeliatin gue dengan tatapan semacam heran ini orang kesurupan apa tiba-tiba berisik sendiri. Abis itu gue bales liatin dia juga pake tatapan judging-you-so-hard mengisyaratkan pesan lo sendiri ngapain meregangkan tubuh deket sungai hah. Tapi terus gue kalah. Karena sejatinya meregangkan tubuh itu kebutuhan primer. Sedangkan menyanyi itu kebutuhan tersier. Jadi gue pergi dengan jantan. Tapi gue betina. Jadi gue pergi dengan betina. Ya gitu.

Yaudah, intinya sampe sekarang sih hobi barunya masih gue lanjutin soalnya bosen plus mager aja cus bai.

PS: Berani katain hobi gue frik kayak yang hobi lo enggak frik aja wass. wr. wb. #TanteGalak