January 2020 Life Updates

Hai, selamat memasuki bulan Februari semuanya. Dan selamat Tahun Baru 2020.

Tulisan terakhir di segmen life-updates itu Januari 2019 lho, maknyus kan baru update setahun? Tentu saja karena gue males nulis panjang-panjang lebih sering cincong di Twitter dan Instagram.

Nulis darimana dulu ya perihal perkembangan setahun gue? Setahun itu lumayan. Kalo kucing, tadinya sweet suka ngajak main, jadi rebel teens gitu sok emo. Ngomongin kucing, tulisan ini ditulis ketika kucing gue yang paling iconic karena bulunya putih semua alias si Yuki, lagi kena penyakit yang cukup bikin bokap gue menangis. Apakah gue lagi lebay? Enggak. Beneran, bokap gue yang biasanya tangguh dan keras, kali ini gue temukan duduk di sisi kandang Yuki dengan air mata dan suara bergetar ketika berbicara sambil meratapi kucing sakit. Bukannya dingin, tapi menurut penilaian gue, penyakitnya memang mengkhawatirkan tapi belum mematikan (plus udah dibawa ke dokter hewan juga dan dikasih antibiotik) jadi gue ga merasa kudu cemas berlebihan. Sakitnya apa? Intinya berkaitan dengan Yuki susah buang air kecil (urinary?).

“Biasanya… Kalo Papa pulang, kakak (panggilan Yuki di rumah) kan nyambut Papa terus minta dipukpuk (maksudnya dielus-elus)…” suara Papa bergetar.

Gue cuma bilang buat menenangkan, kalo dari yang gue baca di internet (bukan situs berembel blogspot kok) katanya penyakitnya cukup tipikal di usia Yuki, terlebih dia jantan. Kan berarti logikanya, kalo kasusnya cukup tipikal, ilmu kedokteran hewan ga bodo-bodo amat buat ga bikin penelitian atau apa kek yang nyari penyebab dan treatementnya. Semakin ga langka penyakitnya, gue semakin tenang. Lagi juga udah dibawa ke dokter hewan, tenang aja sih. Doakan aja Yuki cepat sembuh ya supaya dia bisa main-main lagi (dan bokap gue ga usah nangis lagi).

Kemudian aspek hidup gue yang lain: Perkuliahan. Jadi, beberapa waktu lalu di bulan Januari 2020, gue berhasil menyelesaikan ganjelan kuliah bernama mata kuliah Portofolio. Buat qmu yang kuliahnya ga ada matkul ini dan bingung, apasi? Ngapainsi? Matkul ini intinya qmu milih mau magang (PKL), wirausaha, proyekan, praktekin teori-teori yang udah dipelajarin di kampus, dibikin laporan plus relevansinya dengan teori dibantu dosen pembimbing, lalu terakhir sidang ft. dosen penguji kemudian nunggu (di hari itu juga) pernyataan lulus/tidak. Ya intinya, gue udah berhasil melewati tantangan tersebut dengan nilai yang memuaskan. Selamat ya sist.

Selain Portofolio, dalam perkuliahan gue juga sudah memasuki tahap skripsi dan judul pun sudah disetujui dosbing. Sekarang lagi bab 2. Jujur aja semangat gue membara di awal tapi sekarang kendordordor. Memaintain motivasi diri sendiri aja susah, gimana mau memotivasi karyawan kalo nanti jadi atasan? *cambuk*

Pantesan manager gajinya gede, ya kerjanya banyak.

Selain itu, gue juga pertama kali ke konser musik klasik di Aula Simfonia. Rencananya sih nulis dengan lebih detail dan lebih panjang dari postingan di Instagram walau udah agak bapuk (Agustus 2019). Jadi stay tuned aja (ceritanya teaser). Rencananya.

Gue pun juga sempet ke ASEAN Marketing Summit 2019. Ini acara summit-summitan pertama gue kayaknya, karena sebelum itu ya acara yang gue datengin kalo ga -fest ya seminar. Bedanya apa dah summit sama yang lainnya? Kayaknya mirip-mirip gitu cuma yang summit makanannya lebih melimpah? Acara ini wow sih karena pembicaranya kaliber Hermawan Kartajaya, dsb dan yang dibahas cukup menarik (walau ga gitu keliatan karena gue di belakang banget). Depan-depan tuh meja bundar buat yang elit perusahaan ternama gitu deh, gue aja datengnya pake tiket student karena lebih murah dapet korting HAHAHA. Setelah itu sesi networking. Yang lain sama koleganya, gue malah mengamati gerak-gerik di pojokan untuk data pribadi makan mulu bukannya memperbanyak orang dalam untuk koncoisme nyari kenalan baru. Makanannya oke punya (Y).

Setahun ini, gue merasa agak lebih dewasa sih dalam pemikiran dan emosi, apalagi juga udah memasuki usia 27 tahun. Tapi tentu saja kalo disuruh jadi rektor termuda macem Risa Santoso ya ngesot kecuali sudah suratan takdirnya di Lauh Mahfuz buat jadi rektor muda saingan. 27 tahun itu katanya sihhh, menurut artikel ini, merasa sudah dewasa. Jadi, dewasa ga ya gue? Ga tau adalah jawaban jujur. Hmm dewasa itu yang kayak apa sih? Kalo dari artikel ini: Menurut Rachman (2009), seseorang dikatakan matang apabila ia memiliki kelima sikap berikut ini:

  1. Berpikir objektif.
  2. Berpikir positif.
  3. Mampu mengendalikan dan menyalurkan emosi.
  4. Bertanggung jawab.
  5. Mampu membina hubungan interpersonal yang harmonis dan konsisten dalam waktu yang relatif panjang.

Jadi, karena gue merasa kelimanya sudah terpenuhi, ya bisa dikatakan matang ga sih? Berpikir objektif kan nyusun skripsi dan porto? Porto juga udah lulus berarti bukti gue bisa berpikir positif buat menyelesaikan, mampu mengendalikan emosi/temperamen dan bertanggung jawab. Mampu membina hubungan interpersonal yang harmonis dan konsisten dalam waktu panjang kan ga mesti pacar ya? Yang penting interpersonal. Berarti keluarga inti gue bisa kan? Nah ya udah berarti gue udah matang hehe. Buat lo-lo yang mau ngatain gue bocah, dengan ini MK (Majelis Kocheng) menyatakan: MENOLAK OMONG KOSONGMU.

Mungkin cukup sekian update dari gue, kali aja lo lagi nyari bahan gosip buat di grup rumpi. Gue sih jujur aja ga masalah digosipin, ya soalnya dosa gue banyak cuy otomatis gue fakir pahala. Namun dalam agama gue, yang digibahin bakal dapet pahalanya si penggibah. Jadi, makasih ya <3

Over and out.

Published by fathmanism

Illustrator, cinephile, gamer, writer, traveler, cat lover, Indonesian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: