“Jam Empat Pagi”

jam

Jarum pendek pada jam menunjuk ke angka 4, gelap gulita dan aku masih tidak juga tertidur saking penuh pekatnya pikiran.

“Harusnya tadi tidak usah baca buku misteri itu,” dengusku dalam hati.

Sejujurnya, ada satu alasan selain buku misteri yang membuatku tetap terbangun. Misteri yang bukanlah sebuah kisah fiksi.

Fakta yang sialnya melibatkan hidup seorang aku.

Mencoba tidak mengingat misteri itu, dengan segala upaya kuringsutkan tubuh menuju kasur. Tak ada setengah menit berbaring, aku bangun dan mengacak rambut frustasi.

“Harusnya tadi tidak usah lihat profilnya!” hardikku dalam hati.

Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Dia sedang apa.
Sudah dua minggu lamanya.

Disini aku sedang menebak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s