Sayembara Abadi

Image

Kuamati sekitar;
Manusia balapan dengan manusia lainnya.
Tak munafik, kadang akupun tak jauh berbeda.
Muak, kuhentikan balapan tak berguna ini dan mencoba balapan dengan semesta.
Lari.
LARI.
LARIIIIIIII.
Kakiku berputar terpelintir mencoba mendahului lempeng dibalik tanah.
Mataku memperhitungkan matahari yang jadi titiknya.
Tapi aku ingat, di luar ada yang jauh lebih megah.
Yang serupa dengan tak terlihatnya titik akhir karena jauh di luar jangkauan.
Berhenti, kuhela napas sambil tertawa.

Balapan ini tak akan ada habisnya dan sudah jelas siapa yang menang mutlak.
Kukencangkan tali sepatuku, berlari lagi.
Kali ini bersamanya.
Kali ini bukan balapan.
Kali ini kuresapi setiap langkah; melebur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s