Kisah Anti Ketombe, 19th April 2012

Jadi di kampus gue ada pelajaran lighting yang dimana lo bakal belajar tentang jenis-jenis lampu dan fungsinya masing-masing buat bikin film. Muridnya sedikit, pelajarannya juga kerjanya cuma ngotak-ngatik lampu, bosen. Tapi yang lucu disini itu nama gurunya;

“huruf kanjinya miras” + “huruf kanjinya bau” = berarti arti namanya, “Bau Alkohol” HAHAHA (btw, karena gue takut kalo nulis pake kanji terus ketauan, walaupun perbandingannya satu banding semilyar, gue tulis pake Bahasa karena gue pengecut).

Bingung aja gue kenapa bisa ada orang tua yang tega ngasih anaknya nama dengan arti “BAU MABOK.” Sebegitu dalamnyakah cintanya orang tua guru gue ini dengan sake (miras Jepang) sampe mesti anaknya dikasih nama begitu? Tapi lucu sih, jadi kepikiran. Entar gue kalo punya anak dikasih nama “BAU DUREN” aja apa?

Hari pertama gue masuk ke kelas, gurunya seperti biasa ngabsenin murid satu-satu. Pas dia baca nama gue (yang udah pasti mencolok karena cuma nama gue yang ditulis pake huruf latin);

Bau Alkohol: “Kamu dari negara mana?”

Fathya: “Indonesia Pak…”

Bau Alkohol: “Wow, Indonesia!? Saya pernah kesana! Kamu tau ‘anti ketombe’ gak?”

Fathya: “….”

Gue bingung, jadi dia pernah ke Indonesia dan yang membekas di ingatan itu cuma iklan shampoo? KECEWA. Udah gitu dia ngomongnya “ANCHI KUCHOMBE” lagi, mana gue nangkep. Tapi setelah beberapa kali pertemuan setelah itu, gue dikasih tau ternyata alasan dia inget iklan Anchi Kuchombe itu adalah waktu dia ke Indonesia, itu buat kerja bikin iklan shampoo. Owalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s