The Ultimate Battle of Blogging Platforms

Bukan maksud ngadu domba atau bikin lo pindah ke blogging platform yang lain, tapi post kali ini cuma catatan harian orang kurang kerjaan yang lagi galau gara-gara bingung…

Enaknya nge-blog pake apa? (jeger)

Menurut sejarah, total terbanyak blog yang gue punya adalah delapan. Iya, delapan sodara. Dari Friendster, Blogspot, LiveJournal (2), Posterous, Tumblr (2), TypePad, WordPress. Daaaan dari semua yang masih bertahan cuma tinggal LiveJournal, Tumblr (2) ditambah WordPress.

Buat yang kenal gue secara mendalam dan menyeluruh, pasti tau kalo gue adalah seorang TumblrWhore. Seharian bisa kali ngeliatin dashboard Tumblr, reblog sana reblog sini, follow follow… Nah, berhubung gue berencana bikin blog baru pas di Jepang nanti, disinilah kegalauan dimulai.

Enaknya bikin blog baru dimana?

Pilihan pertama waktu itu jatuh ke Tumblr. Yaaa, secara udah enak pake Tumblr dan pada taunya gue pake Tumblr, akhirnya bikin blog baru di Tumblr. Tapi setelah dicoba, kok……enggak sreg ya? “Kok enggak ada fitur ini sih? Terus kalo mau liat ini dimana? Themes yang ini kok gak support blabla sih?” Banyak banget tanda tanya dan ketidakpuasan yang gue dapet pas nyoba Tumblr sebagai personal blog. Emang Tumblr tuh paling pas buat photo-based blog (atau buat nge-spam fandom hahaha) sih menurut gue.

Akhirnya pilihan kedua, Blogspot. Blog di Blogspot sih emang udah didelete, tapi account masih ada jadi masih bisa bikin blog baru. Setelah dicoba, liat artikel sana sini, Blogspot juga kurang seru. Dashboard-nya secara visual kurang greget kalo dibanding Tumblr, terus kalo mau comment mesti ke page baru, dan lalala lainnya. Hmmm, enggak deh.

Habis itu gue ke LiveJournal. Baru mau bikin, gue inget kalo di LiveJournal ads-nya gak bisa diilangin kecuali lo jago ngulik CSS. Gak jadi deh gak jadi.

Nah, waktu itu gue sama sekali enggak punya account di WordPress. Terus karena penasaran habis baca banyak artikel yang bilang kalo WordPress fiturnya horsepower, akhirnya nyoba. Bener banget, fitur WordPress horsepower! Dashboardnya secara estetika oke, fiturnya gak nanggung, themesnya juga kebanyakan readable… Sejauh ini sih gue puas, enggak tau ya kalo nanti :P

taking the definition of "kurang kerjaan" to the extreme

Kenapa enggak nge-blognya di Twitter aja sih?

Bo, yang namanya cerita itu enggak bisa setengah-setengah. Twitter emang enak buat cerita sesuatu, tapi 140 karakter-nya itu mesti bikin meres keringet lebih buat menyingkat cerita (walaupun gue akuin ide 140 karakter itu super jenius).

Over and out.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s